As a writer As a mom

Jul 30, 2013

Oh What A Night - Sebuah Kisah Tentang Legasi Abadi

Semalam, atas complimentary dari Marina Bay Sands, saya dan suami berkesempatan menonton musikal JERSEY BOYS. Seusai menonton hingga malam ini saya duduk di depan layar monitor dan mengetik, musiknya masih bergaung di kepala saya dan ceritanya masih membekas di hati, membuat senang. Saya memang penyuka musikal dan tentunya akan mudah bagi saya jatuh cinta dengan sebuah produksi sekaliber itu. Tapi kali ini saya akan mencoba mengulasnya seobyektif mungkin dan berbagi cerita kenapa menurut saya JERSEY BOYS adalah sebuah pertunjukan yang wajib tonton. Pertama karena settingnya. Saat memasuki Sands Theater, mata saya menangkap dekorasi panggung yang berkesan industrial: rangka-rangka dan pagar kawat baja dengan latar serba hitam yang agak mengingatkan saya dengan setting West Side Story. Kemudian saat pertunjukan dimulai pun, layar di belakangnya menunjukkan siluet daerah industri yang menyiratkan kesan "keras" atau "cadas" bro! Setting keras ini dimaksudkan untuk memperkuat cerita betapa keras kalipun hidup bagi anak-anak muda calon pentolan The Four Seasons di Jersey kala itu. Sebagai golongan imigran Italia di Amerika, diceritakan anak-anak muda di daerah mereka menjadikan "B&E" alias breaking and entering sebagai hobi hingga kerap masuk bui. Masih bicara soal setting, babak satu musikal ini ditutup dengan The Four Seasons yang semakin sukses. Bagian ini jadi favorit saya dan menurut saya sangat jenius. Jempolan deh sutradara dan penulisnya. Kenapa? Karena blocking dan setting panggungnya yang membelakangi kami penonton! Kami dibuat merasakan kilatan2 blitz dan spotlight yang mereka rasakan. It was impressive experience, indeed. They try to give us, 'The Four Seasons's spotlight! Lalu soal pembabakan. Karena menjadi semacam dokumenter sebuah grup legendaris, musikal 2 babak inipun masing2 babaknya dibagi lagi menjadi 2 musim yaitu Spring dan Summer, lalu Fall dan Winter. Pembabakan ini bukannya tanpa sebab tetapi bermakna sesuai perjalanan karir grup ini. Saat Fall... Grup ini pun mulai berantakan. It was legend of the fall, indeed. Dialognya. Gila cerdas dan kocak luar biasa. Personel The Four Seasons bergantian menjadi narator dan masing-masing punya pesonanya sendiri. Tetapi persamaannya, para American Italiano ini selain cepat bicaranya, lucu pula! (dan bisa nyanyi... *pengen gigit*). ( Intermezzo, ada tokoh pemenang Oscar JOE PESCI pula dalam cerita yang lucu banget!) Banyak quotes2 bagus dan kocak tapi syarat pemikiran dan membuat #jleb. Di bawah ini beberapa yang cukup nempel di kepala saya saking lucu atau bagus atau keduanya: Mary DelGado (istri Frankie), "what is Y? Is it consonant is it vocal? I say with i, because you are italian... In italian, everythings ends with vocal.. Pizza..." that's how Vally becomes Valli in Frankie. Nick Massi, " try to sell millions of records, and see how u can handle it..." >> musicians alert! * Kalau industri musik dan sejarahnya selalu menarik perhatian kamu, ucapan ini rasanya dalam sekali dan walau gue nggak pernah menjual rekaman satupun (ingin sih, tapi takdirku fals hehehe), gue merasa bersimpati karena setelah mengetahui cerita mereka dan apa yang mereka lalui, ucapan Massi itu ada benarnya. Lo nggak akan pernah jadi orang yang sama lagi setelah menjual rekaman sebanyak itu. Frankie, "during hard times my mom used to say,'that shall passes...'" >> ini mengundang #jleb momen karena benar adanya. Tiada yang abadi. Tidak kesedihan dan kesusahan, maupun k e b a h a g i a a n ... Bob, "Kalau lo hidup di jalan (on tour/on the road) certain law of physics applied. Your band become your family..." *musician alert! Selling the drama. We love drama and absolutely need one. Not too much, just enuff. Jujur drama grup ini bisa jadi cerita usang nan klise bagi aspiring musisi/penyanyi/pencipta lagu/ produser musik di seluruh pelosok dunia manapun yang ingin menjadi besar dan mega bintang. Maka kalau di data, drama yang dialami The Four Seasons sebagai sebuah grup, semua bisa dicontreng : Berasal dari lingkungan jalanan yang keras yang susah untuk maju... checked! Susah nemuin personel dan nggak dianggap serius sebagai musisi... checked! Susah nyari identitas grup dan nama yang pas... checked! Susah bikin lagu yang hits... checked!Bikin demo tapi ditolak melulu oleh label... checked! Dijanjiin rekaman tapi nggak jadi melulu...checked! Akhirnya sukses tapi pecah di dalam... checked! Akhirnya sukses tapi keluarga berantakan... checked! Karakter personelnya bikin grup carut-marut... checked! finale momen. literally made me wanna dance all night! it is that good! finale momen. literally made me wanna dance all night! it is that good! The Four Seasons mengalami semuanya dan mereka sukses besar! They made it! Dan catat, semuanya sebelum mereka berusia 30 tahun... Tapi dengan drama seklise itu apa yang membuat JERSEY BOYS menarik dan beda? Dialog, detail (konteks) dan pemaknaan. Gue sama sekali nggak pernah tahu grup The Four Seasons ini sampai mau nonton musikalnya, tapi mengetahui cerita di balik penciptaan lagu-lagu mereka memang membuat perbedaan. Yang terkeren adalah cerita dibalik lagu everlasting "Cant Take My Eyes of You". Saat lagunya dinyanyikan Frankie, sampai merinding dan nggak bisa berhenti berpikir, "Bob Gaudio... Sinting!!! Sintiiing!!!" *salut* Cari tahu sendiri ya kenapa... Vintage I always have a thing for vintage. Nah di sini saya nggak berhenti-henti dibuat kagum dengan koreografi The Four Seasons yang sangat jadul tapi tetap berkelas. Bagaimana bisa mereka berjoged dengan jas berkerah glitter tapi tetap berkesan laki banget? Ini misteri. Oh ya, pas diceritakan proses terciptanya hits mereka BYE BYE BABY... saya sempat salah fokus. Naksir banget koper bunder vintage punya Lorraine! #eaaa kiri ke kanan: bob gaudio, frankie valli, tommy de vito, nick massi -- the original THE FOUR SEASONS kiri ke kanan: bob gaudio, frankie valli, tommy de vito, nick massi -- the original THE FOUR SEASONS Last but not least, musikal ini adalah tentang sejarah -- tentang penciptaan legenda, dan sesuatu yang abadi yaitu legasi musik mereka. Saya rekomendasikan musikal ini justru bukan untuk pecinta musikal, tapi untuk: aspiring singer/band/rock star/songwriter/music producer, orang-orang yang berkecimpung di industri musik dari mulai penyiar radio, musdi, label guy, terutama dan, untuk Anda pecinta musik, khususnya. Jersey Boys is beyond musical. It's about the making of one sound of music that will last, forever. -Icha- SSST.... Anda bisa loh nonton JERSEY BOYS, GRATIS!. Yuk, menangkan 2 tiket A Reserve courtesy dari MBS, caranya klik di >> WHO LOVES YOU PT 2 miliki aku semampumu...miliki diriku utuuh... (lupa lagu siapa, KD bukan ya?) :)) miliki aku semampumu...miliki diriku utuuh... (lupa lagu siapa, KD bukan ya?) :)) **Ditulis masih dengan kekaguman luar biasa pada kejeniusan bakat Bob Gaudio sebagai seorang penulis lagu dan musik produser.
Partners:
Loading...