As a writer As a mom

Books

Beauty Case

Icha Rahmanti
Gagas Media, Jakarta, 2005
xxx+ 288 halaman
ISBN 979-3600-68-3

Cover Letters/ Testimonial/ First 2 Chapter

" Huaaa... ini persis kayak Matematika, 1+1=2. Ini ilmu pasti, lo nggak akan pernah menang lawan kecantikan ; maksudnya lo liat dong Dania...170, 34-24-34 mungkin, perfect size...kulit putih, rambut panjang hitam legam dengan poni andalan yang cute, mukanya....aduuuh cantik banget, kalo dia idup di jaman pujangga jaman dulu mukanya bakalan dideskripsiin bermata bak bintang kejora, bibir seperti delima merekah, pipi bak pauh di layang, gigi bak biji timun, rambut bak mayang terurai....surat cinta dari penggemarnya satu BAK pula! Sutra lah...she's perfect! Belum lagi ditambah dia itu image-nya bagus, ngetop tapi nggak ngetop-ngetop bikin enek, duta majalah keren GALS....jauh dari gosip-gosip miring, bokapnya someone di perusahaan tambang multinasional....lo mau apa lagi? You definitely can NOT win this competition, Honey...You can not compete Dania Soedjono-the new face of beauty." Uraian panjang lebar Dian, sahabatku, membunuh semua benih-benih harapan di dalam hatiku. Mereka langsung mati seketika persis seperti sperma-sperma yang mati terkena spermisida yang katanya ada di kondom ekstra safe.

Some people said that beauty is in the eyes of the beholder, beauty adalah tentang attitude dan inner beauty...setiap perempuan itu terlahir cantik, bla bla bla...banyak sekali definisi tentang kecantikan.....

Tapi ketika kamu harus berhadapan dengan sosok yang nggak cuma memenuhi semua standar kecantikan yang diciptakan oleh industri kecantikan dunia dan bahkan melebihi, menciptakan definisi baru tentang kecantikan itu sendiri, dalam persaingan memperebutkan cinta seorang eligible bachelor-seorang pengusaha muda yang sedang membangun karier politiknya, yang keponakan orang SANGAT PENTING, HASLAN NASUTION-pilihannya tinggal 2. Tetap berharap akan datangnya keajaiban dengan kemungkinan 99:1 dan semua orang berpikir kamu gila dan nggak realistis, atau mundur total sebelum hancur karena harusnya kamu tahu diri bahwa at the very first place, ini adalah the real KONTES KECANTIKAN where the most beautiful girl gets the best and the most qualified man. Or should I say...the most ELIGIBLE man?

 

Bekerja sebagai seorang desainer interior freelance dengan kehidupan finansial yang morat-marit di umur 26, menjadi parasit di rumah kakaknya, so single karena sudah 4 tahun betul-betul menjomblo, tidak membuat Nadja Sinka Suwita pesimis. Justru dia adalah seorang perempuan mungil yang smart, fun, energik, dan optimis dalam melihat segala sesuatu. Apalagi ketika Obi, sahabat Nadja, memperkenalkannya dengan Budiarsyah Nasution, cowok "penting" yang membuat Nadja semakin optimis lagi menjalani hari-harinya.

Sampai suatu hari, Nadja harus menghadapi kenyataan bahwa dia bersaing dengan seorang perempuan MAHA CANTIK, MAHA INDAH slash model slash Duta Gals Indonesia (majalah favorit Nadja), slash crème de la crème socialite Jakarta, DANIA SOEDJONO, untuk mendapatkan cinta Budi-Nadja mulai mempertanyakan sikap optimisnya. Tapi lebih dari itu, Nadja mulai menyadari bahwa dunia ini adalah ajang beauty contest yang sesungguhnya, apalagi di dalam sebuah masyarakat kapitalis seperti sekarang ini, konon... kecantikan seorang perempuan sangat berharga karena the most beautiful girl gets the most eligible man.

Is it always like that? Does beauty still rule?

Apa yang akan dilakukan Nadja?

Menyerah? Atau "berjuang" melawan kekuatan kecantikan maha dahsyat Dania Soedjono yang ternyata "dijaga" ketat oleh ksatria pengagum setianya-Max?

Bisakah Nadja membuktikan bahwa beauty is no longer RULES?
Partners:
Loading...