As a writer As a mom

ON FLATS

Feb 07, 2011 11:04 AM

Kemoceng Centil dan Alas Setrikaan MIni

Mari mari, kita telaah dan terawang dua alat pembantu pekerjaan rumah berikut ini:

Kemoceng Centil

Sesuai judulnya, kemoceng ini segera menarik perhatian saya ketika pertama kali melihatnya di Daiso. Padahal nggak butuh-butuh amat karena saya masih punya lap-lap khusus debu. Tapi kecentilannya betul-betul menggoda hati dan akhirnya saya beli deh.

Singkat cerita, kemoceng centil ini memang membuat tugas menghalau debu jadi terasa lebih ringan (ketimbang pakai lap khusus untuk debu itu), dan pekerjaan jadi selesai lebih cepat. Dan warnanya yang vibran itu juga semacam terapi warna yang membuat pekerjaan rumah ini menjadi terasa lebih menyenangkan. Bulu-bulunya yang diklaim terbuat dari bahan yang bisa menarik debu membuktikan janjinya. Debu-debu terhalau! Lalu, panjangnya pun sangat ergonomis, terasa pas dalam pengangan tangan ibarat raket yang pas di tangan petenis papan atas #tsaaah.... Hahaha, dan jangan lupa keunggulan lainnya adalah faktor har-ga. Saya membelinya di Daiso yang artinya harganya SGD 2 sajah atau sekitar 14 ribu rupiah lebih. Tentunya masalah ukuran ini juga jadi kelemahan saat harus menjangkau tempat yang agak jauh dan tinggi tapi karena banyak yang membahagiakan dari kemoceng ini, saya tidak terlalu peduli.

Oh ya, satu pemikiran sok kritis sempat terlintas sih saat terpesona melihat kemoceng centil ini. Kenapa semua desainnya begitu centil dan feminin seolah diperuntukkan (hanya) untuk perempuan? Apa artinya pekerjaan membersihkan debu memang mayoritas milik perempuan? Kenapa tidak dibuat kemoceng berdesain maskulin supaya lelaki lebih semangat menghalau debu juga?

Saya beri bintang 4 untuk kemoceng centil ini. Ukurannya yang kecil dan warna yang vibran ini bisa jadi “mainan” menarik untuk anak-anak supaya semangat menjaga kebersihan kamarnya atau untuk dikaryakan bantu-bantu kita dong * wink* hihihi , walau pastinya hanya akan berhasil menarik perhatian balita dan anak-anak perempuan karena faktor warna dan motif polka dot-nya.

(1-disaster, jangan beli/pakai lagi, 2-beli/pakai kalo nggak ada yang lain, 3-beli/pakai hanya kalau suka, 4-beli/pakai, nyenengin deh, 5-kudu wajib punya/pakai!!!)

JALL

Sebetulnya bukan JALL tapi dengan A yang bertitik dua di atasnya. Walau namanya terasa kurang feminin, tapi penampilannya cukup cantik. Berukuran 73x32 cm, JALL adalah.. *jeng jeng* papan setrikaan mini!

Yup, produk keluaran IKEA ini tergolong baru, dan karena papan setrikaan lama sudah cukup waktunya dipensiunkan, iseng terpikir mencoba JALL karena ukurannya yang kecil sehingga hemat ruang untuk menyimpannya dan, ternyata, ada gantungan di baliknya yang membuat menyimpan JALL jadi urusan yang lebih simpel lagi: bisa digantung di lemari/ gantungan baju! Voila! Jadi rapi dan sama sekali tidak memakan tempat.

Pertama kali menggayang setrikaan dengan JALL saya awalnya cukup semangat. Sama seperti anak kecil dapat mainan baru kali ya hehehe... tapi selang setengah jam, baru terasa kelemahannya: kaki saya kesemutan dan pinggang bawah saya pun terasa agak tidak nyaman. Masalahnya saya memakainya di lantai, ibarat meja mini, sehingga saya harus duduk di lantai pula. Di bawah JALL ada dua dudukan yang bisa ditarik secara fleksibel sebagai “kaki” yang tingginya barangkali tidak lebih dari 10 cm.

Kali berikutnya saya coba meletakkan JALL di atas meja memang lebih nyaman, tetapi agak sedikit lebih tinggi ketimbang kalau kita menyetrikan dengan papan setrika biasa dan saat diletakkan di atas meja, ujung lancipnya yang berfungsi untuk menyetrika (terutama) bagian dalam kemeja atau sebangsanya, jadi sedikit lebih rumit. Plus kealpaan alas setrika membuat kita harus mempersiapkan sendiri kain tebal untuk alas setrika di atas meja/ lantai.

Jadi untuk JALL ini, saya hanya kasih bintang 3. Saya tetap rekomendasikan untuk anak kos, atau Anda yang tinggal di tempat yang amat sangat kecil atau dengan keluarga kecil pula dengan beban setrikaan yang tidak terlalu menggunung hehehe...

Partners:
Loading...